Hari Farmasi Sedunia, IAI Bone Hadir untuk Korban Kebakaran di Sanrangeng

Sosial 25 Sep 2026 18:52 • 2 min read • 72 views • By Admin
Hari Farmasi Sedunia, IAI Bone Hadir untuk Korban Kebakaran di Sanrangeng
Di tengah kehilangan, warga Sanrangeng tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga menemukan kepedulian dan ruang untuk didengarkan.

DUA BOCCOE — Memperingati Hari Farmasi Sedunia (World Pharmacists Day), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Cabang Bone menunjukkan kepedulian kepada warga korban kebakaran di Desa Sanrangeng, Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone, Jumat (25/9/2026).

Kepedulian tersebut diwujudkan melalui pemberian bantuan berupa uang dan multivitamin kepada warga yang terdampak kebakaran.

Pemberian multivitamin menjadi salah satu perhatian IAI Bone terhadap kondisi kesehatan para korban yang masih menjalani masa pemulihan setelah musibah. Terlebih, kondisi cuaca panas dan musim kemarau yang berkepanjangan menjadi pertimbangan dalam pemberian suplemen untuk membantu menjaga daya tahan tubuh.

Salah satu pengurus IAI Cabang Bone, Shandy, mengatakan pemberian multivitamin dilakukan setelah pihaknya terlebih dahulu mencari tahu kondisi para korban.

“Kita berikan multivitamin agar bisa menjaga daya tahan tubuh. Sekarang kan musim panas. Sebelum ke sini memang saya tanyakan bagaimana kondisi, makanya kami berinisiatif memberikan vitamin,” ujar Shandy.

Namun, kehadiran IAI Bone tidak hanya sebatas menyerahkan bantuan materi.

Para pengurus juga melakukan pendekatan psikologis sederhana dengan mendengarkan keluh kesah warga serta harapan mereka setelah mengalami musibah kebakaran.

Bagi korban, kehilangan tempat tinggal dan barang-barang akibat kebakaran bukan hanya persoalan materi. Mereka juga harus menghadapi proses pemulihan dan menata kembali kehidupan setelah musibah.

Karena itu, kesempatan untuk bercerita dan didengarkan menjadi bagian dari dukungan yang diberikan kepada para korban.

Sejumlah korban pun menyampaikan rasa syukur atas perhatian dan bantuan yang terus berdatangan dari berbagai pihak.

Salah seorang korban, Hj. Tiha, mengatakan bantuan makanan yang diterima warga hingga saat ini sudah cukup banyak.

“Kalau makanan, Alhamdulillah, sudah bersyukur sudah banyak yang memberikan,” tuturnya.

Bantuan tersebut menjadi penguat bagi warga korban kebakaran di Sanrangeng. Di tengah kondisi sulit setelah musibah, perhatian dari berbagai pihak membuat mereka merasa tidak menghadapi masa pemulihan seorang diri.

Peringatan Hari Farmasi Sedunia 2026 yang dilakukan IAI Cabang Bone pun menjadi momentum untuk memperlihatkan bahwa peran tenaga kefarmasian di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan obat-obatan, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kepedulian dan kemanusiaan.